PEMANFAATAN LIMBAH STYROFOAM MENJADI KERAJINAN
TANGAN BERNILAI SENI
Isa
Ramadhan
mahasiswa
prodi Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Semarang
E-mail
: izzamocy@yahoo.com
Abstrak
Styrofoam
adalah limbah yang tidak bisa diuraikan oleh alam dan jika dibakar asap yang
dihasilkan oleh pembakaran styrofoam bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Selain
itu asap yang ditimbulkan juga bisa menimbulkan polusi udara dan berpotensi menimbulkan
gas rumah kaca. Jika dibuang sembarangan, limbah Styrofoam akan bermuara ke
laut dan merusak ekosistem laut. Berangkat dari hal tersebut maka tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan bahan styrofoam menjadi
kerajinan tangan. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya
suatu hasil karya seni dari pemanfaatan limbah styrofoam yang ditemukan sebagai
limbah yang susah untuk diperbaharui. Metode yang digunakan adalah metode
eksperimen karena dengan melakukan eksperimen terhadap bahan, pembuatan benda
uji dan lain sebagainya, hasil-hasil yang diperoleh dapat ditunjukkan secara
langsung. Kualitas kerajinan tangan berbahan Styrofoam dilihat dari segi kualitas
ketahanan dan keawetan bentuk serta warna.
Kata kunci: kerajinan tangan, Styrofoam, kualitas, keawetan
bentuk, warna, nilai seni.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bahan
styrofoam kini semakin banyak digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya
sebagai wadah makanan. Memang, dilihat dari sisi kepraktisannya, styrofoam
merupakan pilihan yang sangat tepat. Bahan itu juga memiliki berbagai
kelebihan, yaitu kuat, awet, ringan, dan warnanya menarik sehingga banyak
penjual makanan yang menggunakannya. Namun sayangnya, meski memiliki banyak
kelebihan, styrofoam juga mengandung kekurangan- kekurangan, terutama jika
ditinjau dari sisi kesehatan dan lingkungan. Bahan itu sangatlah berbahaya bagi
kesehatan manusia dan pelestarian lingkungan. Styrofoam dianggap berbahaya bagi
kesehatan karena dapat memicu penyakit kanker dan menurunkan kecerdasan anak.
Hal itu dikarenakan di dalam bahan tersebut terkandung monomer stirena atau
sterene. Sementara itu, bagi lingkungan, styrofoam dapat menyebabkan pencemaran
karena sulit terurai. Tidak mudahnya styrofoam didegradasi karena di dalam
bahan itu terkandung unsur-unsur kimia, bukan organik. Styrofoam terdiri dari butiran-butiran styrene yang diproses dengan mengunakan benzena. Sedangkan benzena
adalah termasuk zat yang bisa menimbulkan banyak penyakit. Benzena ini menimbulkan masalah pada
kelenjar tyroid, menganggu
sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat denyut jantung, sulit
tidur, badan menjadi gemetar, dan menjadi mudah gelisah.
Perumusan Masalah
Limbah styrofoam banyak dijumpai di perkotaan maupun di pedesaan. Limbah
ini berasal mulai dari pengaman benda elektronik hingga pembungkus makanan siap
saji. Dampak yang ditimbulkan oleh pemakaian styrofoam akan menggangu kebersihan
tentunya, menimbulkan banjir dan yang pasti dapat menjadi sarang penyakit pada
tubuh kita jika kita kurang waspada. Styrofoam adalah limbah yang tidak bisa diuraikan
oleh alam dan jika dibakar asap yang dihasilkan oleh pem-bakaran styrofoam bisa
berakibat buruk bagi kesehatan. Selain itu asap yang di-timbulkan juga bisa menimbulkan
polusi udara dan berpotensi menimbulkan gas rumah kaca. Jika dibuang sembarangan,
limbah styrofoam akan bermuara ke laut dan merusak ekosistem laut .
Limbah bahan styrofoam ini dapat dibuat menjadi sebuah kerajinan tangan seperti
patung atau souvenir yang digunakan sebagai landasan untuk mengurangi limbah styrofoam. Berangkat dari hal
tersebut di atas untuk mengurangi dampak limbah maka dilakukan studi pembuatan kerajinan
dengan menggunakan bahan styrofoam dilebur
menggunakan bensin, ternyata kerajinan tangan dengan bahan tersebut mempunyai
kualitas yang baik. Kondisi itu berfungsi sebagai salah satu hal yang dapat dipilih
untuk mengatasi dampak negatif limbah styrofoam.
Tujuan
Tujuan yang diharapkan dari penelitian
ini adalah adanya suatu hasil penelitian yang dapat memberikan penjelasan
tentang pemanfaatan limbah styrofoam menjadi kerajinan tangan bernilai seni.
Metode
Metode yang digunakan adalah metode
eksperimen karena dengan melakukan eksperimen terhadap bahan, pembuatan benda
uji dan lain sebagainya, hasil-hasil yang diperoleh dapat ditunjukkan secara
langsung. Lokasi penelitian ini adalah di kelurahan Wulung kecamatan Randublatung
kabupaten Blora provinsi Jawa Tengah.
Manfaat penulisan
Dalam penulisan ini pembaca diharapkan dapat mengerti dan memahami
bahwa styrofoam jika diolah sebagaimana mestinya, tidak hanya mengurangi limbah
styrofoam tetapi juga dapat dijadikan sebagai suatu peluang usaha, sebab
kerajinan tangan ini memiliki harga di pasaran.
GAGASAN
Potensi Sampah Khusunya di
Perkotaan
Produksi sampah DKI
Jakarta diperkirakan 9.200 ton per hari pada 2030. Jumlah sampah yang cukup
besar tersebut,akan meningkat hingga mencapai 5 % per tahun. Rata- rata volume
sampah Jakarta 6.594,7 ton per hari. Tahun 2011 timbunan sampah Jakarta mencapai
6.193,3 ton per hari. Sampah yang baru tertangani sekitar 6.042,3 ton per hari
(92,3 %). Dari jumlah itu sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga
sebanyak 59 %, adapun komposisi sampah organik sebesar 55, 37 % dan anorganik
44,63 %.(sumber: Kompas 7 Februari 2011). Dari data sampah anorganik tersebut,
sekitar 10 % berasal dari limbah Styrofoam.
Mengenal Styrofoam
Styrofoam
yang memiliki nama lain polystyrene sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Banyak keunggulan pada styrofoam yang akan sangat menguntungkan
bagi para penjual makanan, seperti tidak mudah bocor, praktis dan ringan
sehingga sudah pasti lebih disukai sebagai pembungkus makanan.
Polystyrene
adalah monomer, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari
minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat padat, dan
mencair pada suhu yang lebih tinggi. Polistirena
pertama kali dibuat pada 1839
oleh Eduard Simon, seorang apoteker Jerman. Ketika mengisolasi zat tersebut
dari resin alami, dia tidak menyadari apa yang dia telah temukan. Seorang
kimiawan organik Jerman lainnya, Hermann Staudinger, menyadari bahwa penemuan
Simon terdiri dari rantai panjang molekul stirena, yang adalah sebuah polimer
plastik. Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak berwarna, keras
dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam
produk dengan detil yang bagus. Penambahan karet pada saat polimerisasi dapat
meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan kejut. Polistirena jenis ini dikenal
dengan nama High Impact Polystyrene (HIPS). Polistirena murni yang transparan
bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses.
Proses
Pembuatan Styrofoam
Styrofoam atau
Foamed Polysterene (FPS) yang ringan dan praktis ini masuk dalam kategori jenis plastik. Sytrofoam dibuat dari
monomer stirena melalui polimerisasi suspense pada
tekanan dan suhu tertentu, Selanjutnya dilakukan pemanasan untuk melunakkan
resin dan menguapkan sisa blowing agent. Polysterene yang bercirikhas ringan,
kaku,tembus cahaya, rapuh dan murah. Karena sifatnya yang rapuh
maka polysterene dicampur seng dan senyawa butadien. Kemudian untuk kelenturannya, ditambahkan zat plasticier seperti
dioktilptalat(DOP), butil hidroksi toluene (BHT), atau n-butyl stearat. Kandungan zat pada proses terakhir inilah menurut
penelitian kimia LIPI dapat memicu
timbulnya kanker dan penurunan daya pikir anak.
Penggunaan styrofoam di
masyarakat
Penggunaan plastik untuk kemasan makanan
sudah meluas karena bahan tersebut mudah didapat, harganya relatif murah dan
praktissehingga mampu menyisihkan bahan pembungkus makanan alami dari jenis
dedaunan. Banyaknya sampah kemasan makanan ini menjadi masalah karena Styrofoam
bukan barang yang bisa didaur ulang, seperti gelas, kertas, atau metal. Yang
tidak kalah penting,Styrofoam tidak bio-degradable atau tidak bisa hancur oleh
mikroorganisme di udara dan di dalam tanah.
Di Indonesia, penggunaan Styrofoam sebagai
wadah makanan makin menjamur. Alasannya, karena kepraktisan dan tampilan yang
lebih baik. Dalam industri, Styrofoam sering digunakan sebagai bahan insulasi.
Bahan ini memang bisa menahan suhu, sehingga benda di dalamnya tetap dingin
atau hangat. Karena bisa menahan suhu itulah, akhirnya banyak yang
menggunakannya sebagai gelas minuman dan wadah makanan. Padahal di balik
kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya besar yang mengancam.
Bahaya Styrofoam
Kandungan Styrofoam dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, khususnya pada Styrofoam yang digunakan sebagai wadah atau
kemasan makanan. Karena bahan-bahan kimia
yang terkadung di dalamnya dapat bermigrasi ke makanan yang dikonsumsi manusia.
WHO (World Health Organization), EPA (Environmental Protection Agency) dan
beberapa lembaga lainnya malah sudah
mengategorikan styrofoam sebagai bahan karsinogen
karena benzen yang digunakan untuk memproses butiran styrene merupakan larutan
kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan dan tidak bisa dikeluarkan
melalui feses ataupun urine. Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk
dan terbalut lemak. Inilah yang bisa memicu timbulnya penyakit kanker. Hasil
survei di AS pada tahun 1986 menunjukkan bahwa 100% jaringan lemak orang
Amerika mengandung styrene yang berasal dari styrofoam. Penelitian dua
tahun kemudian menyebutkan kandungan styrene sudah mencapai ambang batas yang
bisa memunculkan gejala gangguan saraf.
Faktor yang
mempengaruhi perpindahan zat kimia pada styrofoam ke dalam makanan, antara lain:
1.
Suhu yang tinggi. Semakin panas suatu makanan, semakin
cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan.
2.
Kadar lemak tinggi. Bahan
kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan dengan lebih cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan
atau minuman semakin tinggi.
3.
Kadar alkohol dan asam yang tinggi. Bahan alkohol dan
asam mempercepat laju perpindahan.
4.
Lama
kontak. Semakin lama makanan disimpan dalam wadah Styrofoam, semakin besar kemungkinan jumlah zat kimia yang bermigrasi ke dalam makanan.
Peluang
Usaha Kerajinan Tangan
Kerajinan
tangan anak negeri sedang digandrungi masyarakat karena dinilai lebih ekonomis
dan kualitas bersaing dengan produk yang sudah ada sebelumnya. Melihat konsumsi
pasar dan kehausan konsumen terhadap produk – produk anak negeri inilah yang
memicu kemajuan usaha – usaha kecil dengan modal kecil dan mengandalkan ide
serta keuletan, mencoba keberuntungan usaha kecil untuk memulai menjadi
pebisnis handal tidak ada salahnya. Karya – karya yang dibuatpun original hasil
daya cipta karya sendiri, bukan menjiplak.
Langkah - langkah
Penelitian
Penelitian
ini dibagi dalam beberapa tahap, sebagai berikut :
1. Tahap
Pendahuluan
Pada
tahap ini meliputi pemilihan dan pengujian bahan dasar terutama
styrofoam untuk mengetahui
sifat fisiknya. Bahan – bahan yang dipergunakan
dalam penelitian
ini adalah : styrofoam, bensin, kawat,
kawat tembaga, amplas, papan triplek, dan paku. Alat – alat yang dipergunakan
adalah gergaji, palu, tang, penggaris, dan pensil.
2. Tahap
Pembuatan
·
styrofoam dilebur
menggunakan bensin secukupnya menjadi campuran yang tidak terlalu padat dan
tidak terlalu encer.
·
membuat kerangka patung
menggunakan kawat yang dibentuk sesuai selera dengan dasaran papan triplek agar
patung bisa berdiri.
·
leburan styrofoam
ditempelkan pada kerangka dan dibentuk sesuai ide awal kemudian dikeringkan.
Untuk penambahan unsur seni, ketika keadaan setengah kering,ditempeli kawat
tembaga bagian luarnya untuk memperindah dari unsur warna agar lebih menarik
dengan tekstur warna hitam, putih, coklat, emas, dan tembaga.
·
setelah kering, bagian
luar yang memakai kawat tembaga diamplas sehingga terlihat lebih mengkilat.
3. Tahap
Pemeliharaan
·
letakkan karya seni di
dalam ruangan yang kering dan tidak berdebu.
·
jauhkan dari api dan
bahan seperti bensin, minyak tanah, alkohol, dan cairan lain yang reaktif
seperti kulit jeruk sekalipun karena dapat mempengaruhi perubahan bentuk dari
kerajinan tersebut.
4. Tahap
Pengujian
Untuk
mengetahui mutu dari kerajinan tangan ini, hasil karya dicoba untuk dihancurkan
dengan tangan, dibanting, dan hasilnya tetap utuh.
Hasil
dan Pembahasan
Langkah-langkah pembuatan kerajinan
berbahan styrofoam:
1.
Styrofoam di potong sedemikian rupa dengan ukuran
yang tidak terlalu besar sehingga dapat ditampung oleh wadah berbahan besi atau alumunium,
kemudian ditambahkan dengan bensin secukupnya sehingga terjadi reaksi dan
menghasilkan campuran yang tidak terlalu encer dan tidak terlalu padat.
2. memotong
papan triplek menggunakan gergaji dengan ukuran tertentu, kemudian memasang
kawat yang sudah dipotong dengan tang dan dibentuk sesuai imajinasi pada papan
triplek tersebut.
3. membentuk
campuran styrofoam dan bensin pada kerangka, didiamkan sampai setengah kering
kemudian menambahkan kawat tembaga di bagian luar patung, keringkan selama
kurang lebih 3 jam.
4. setelah
kering, amplas bagian luar tembaga sampai mengkilat.
Kualitas Kerajinan Yang Dibuat Dari
Bahan Styrofoam
Setelah dilakukan
percobaan pengkoyaan menggunakan tangan dan dibanting, karya dari limbah
styrofoam ini tidak mengalami kerusakan.
PENUTUP
Simpulan
Dengan adanya situs
pengolahan Styrofoam ini didapatkan tidak hanya solusi untuk menyelamatkan
lingkungan dari sampah tak terurai, tapi juga adanya prospek bisnis yang
menjanjikan jika dilakukan penelitian lanjut tentang pemanfaatan Styrofoam menjadi kerajinan
tangan. Dengan demikian, salah satu
masalah negara di bidang lingkungan hidup dapat ditanggulangi dengan baik,
demikian juga dengan masalah kurangnya lapangan pekerjaan, sebab prospek bisnis
kerajinan
tangan ini akan memunculkan
pebisnis-pebisnis yang mampu melakukan pengolahan dengan konsep nilai tambah
pada produk.
Saran
Kegiatan yang dilakukan dalam pengolahan
tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan pihak terkait, termasuk
didalamnya pemerintah dan masyarakat luas. Diharapkan kegiatan ini nantinya
akan menjadi proyek menjanjikan yang berguna di masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Abidin, Zainal. 2004. Membuat Aneka Kreasi Styrofoam. Jakarta : Kawan Pustaka.
Astuti, Lukito A.M., Agung
Sugiarto, ed. 2007. Buku Pintar Tanaman
Hias. Jakarta : PT. AgroMedia
Pustaka.
Mulawarman,Aji Dedi.2011. Konsep
nilai tambah syariah.www.wordpress.com
(terhubung berkala). (24 Maret 2011)
Penjelasan
Pedoman Penulisan Program Kreativitas Mahasiswa.2011.DIKTI
3 komentar:
Obat Radang Pita Suara Mengucapkan banyak terimakasih atas informasinya :)
Bagus
TRIMS ya KK, izin copas buat tugas sekolah
Posting Komentar